Bogor, LiputanJurnalis.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Cigombong menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan kegiatan santunan anak yatim, Kamis (29/1/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan sarat nuansa kebersamaan.
Mengusung tema “Melalui Isra Mi’raj, Menguatkan Hati, Menjaga Keikhlasan, dan Menumbuhkan Harapan dalam Pengabdian Guru”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi spiritual bagi para pendidik untuk memperkuat nilai keikhlasan, integritas, serta tanggung jawab moral dalam menjalankan profesinya.
Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Cigombong, jajaran pengurus PGRI, para kepala sekolah, guru, tokoh agama, serta puluhan anak yatim penerima santunan. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan sinergi dan kepedulian bersama terhadap penguatan nilai keagamaan dan sosial di lingkungan pendidikan.
Camat Cigombong yang diwakili Sekretaris Camat Cigombong, Yedi Rahman, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PGRI Cabang Cigombong yang tidak hanya menyelenggarakan kegiatan keagamaan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial melalui santunan kepada anak yatim.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu membangun karakter, empati, serta memperkuat ikatan sosial antara pendidik dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Cigombong, Wawan Gunawan, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj diharapkan menjadi penguat moral dan spiritual bagi para guru di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.
“Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pendidik karakter. Nilai-nilai luhur dalam peristiwa Isra Mi’raj menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa menjaga keikhlasan, integritas, dan tanggung jawab dalam pengabdian,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan ceramah keagamaan yang disampaikan Ketua Rois Syuriah PCNU Kabupaten Bogor, K.H. Romdon, M.H., dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada 65 anak yatim, yang berlangsung haru dan penuh rasa syukur.
PGRI Cabang Cigombong berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sebagai agenda rutin, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat peran guru sebagai teladan spiritual dan sosial.
( Red )

