Labuhanbatu Utara, LiputanJurnalis.com-Kisruh dugaan pemotongan bantuan Optimalisasi Lahan (Oplah) mencuat di Kelompok Tani Mitra Tani Pasar Bila II B, Kecamatan Kuala Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara. Dugaan tersebut terungkap setelah sejumlah anggota kelompok tani mengeluhkan adanya pemotongan dana bantuan yang nilainya bervariasi.
Berdasarkan keterangan beberapa anggota kelompok tani, dana Oplah yang mereka terima mengalami pemotongan dengan jumlah berbeda-beda, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per anggota. Bahkan, ada anggota yang hanya menerima Rp600 ribu ditambah bantuan pupuk dolomit sebanyak lima sak per orang.
Sebagaimana diketahui, program Oplah merupakan program strategis pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian melalui perbaikan infrastruktur irigasi dan penataan lahan, sehingga petani dapat meningkatkan intensitas tanam dari 1–2 kali menjadi 2–3 kali dalam setahun guna mendukung swasembada pangan nasional.
Dugaan pemotongan bantuan tersebut dibenarkan oleh beberapa anggota kelompok tani saat awak media melakukan cek dan ricek langsung di Kampung Masjid, Kecamatan Kuala Hilir, tepatnya di Pasar Bila II B, pada Rabu (7/1/2026).
Salah seorang petani penerima bantuan Oplah yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dana yang seharusnya diterima sebesar Rp900 ribu, namun mengalami pemotongan oleh ketua kelompok tani dengan nilai yang tidak seragam.
“Dana Oplah seharusnya Rp900 ribu, tapi dipotong. Besarnya beda-beda, tidak sama antara anggota,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mitra Tani Pasar Bila II B, Uly, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di luar kota untuk mengantar istrinya berobat ke dokter. Ia juga menyarankan awak media untuk menemui mertuanya yang diketahui menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Berdikari.
Namun, saat tim media kembali mencoba melakukan konfirmasi lanjutan melalui WhatsApp, tidak ada respons lanjutan dari yang bersangkutan. Pesan hanya terbaca (centang dua hitam) hingga berita ini diterbitkan dan masuk ke meja redaksi.
Hingga kini, dugaan pemotongan bantuan Oplah tersebut masih menunggu klarifikasi resmi dan penelusuran lebih lanjut dari pihak terkait.
(NN)
