-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Dede Latief Resmi Nahkodai Desa Kalibunder

Kamis, 22 Januari 2026 | 11.35.00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-22T19:41:55Z

Sukabumi, LiputanJurnalis.com – Desa Kalibunder kini resmi dinahkodai oleh Dede Latief, yang akrab disapa Kang Della, sebagai Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW). Dede Latief dikenal sebagai tokoh pemuda Kabupaten Sukabumi, aktif sebagai pengurus DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, pengurus KONI Kabupaten Sukabumi, serta berprofesi sebagai tenaga pendidik dengan tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN 1 Kalibunder.


Selama dua tahun terakhir, Desa Kalibunder dipimpin oleh Penjabat Sementara (PJs) dari pemerintah kecamatan, menyusul wafatnya kepala desa definitif. Kondisi tersebut kemudian mengantarkan Desa Kalibunder pada tahapan Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW).


Pemilihan PAW yang digelar pada 21 Desember 2026 diikuti oleh tiga kandidat, yakni Oyo Kostaman (nomor urut 1), Dede Latief (nomor urut 2), dan Aferi Sapta (nomor urut 3). Berdasarkan hasil perhitungan suara, Dede Latief dinyatakan unggul dengan perolehan 84 suara, disusul Oyo Kostaman dengan 66 suara, sementara Aferi Sapta tidak memperoleh suara.


Selanjutnya, pada 20 Januari 2026, Dede Latief resmi dilantik sebagai Kepala Desa Kalibunder. Pelantikan dilakukan oleh Bupati Sukabumi yang didelegasikan kepada Camat Kalibunder, Sri Resmiati, S.Tr.Keb., S.KM., MM., A.Kp. Acara pelantikan turut dihadiri perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta unsur Forkopimcam Kecamatan Kalibunder.


Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Kecamatan Kalibunder dan dihadiri oleh seluruh unsur tokoh masyarakat dari enam kedusunan yang ada di Desa Kalibunder.


Saat dikonfirmasi LiputanJurnalis.com, Dede Latief menyampaikan komitmennya untuk membangun Desa Kalibunder secara inklusif dan kolaboratif.


“Insya Allah, di sisa masa jabatan yang ada, saya akan menggandeng seluruh unsur tokoh, mulai dari ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pemberdayaan perempuan. Tujuannya agar dengan anggaran yang tersedia, kita bisa mengoptimalkan pelayanan kesehatan, mendorong penyelenggaraan pendidikan baik agama maupun umum, serta mengembangkan pemberdayaan dan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dede Latief menargetkan penciptaan lapangan kerja berbasis kearifan lokal, pengembangan wisata desa, wisata religi, serta optimalisasi potensi sentra anyaman, wisata air Ciawitali, pengelolaan pasar seni modern Kalibunder, dan penguatan kerja sama lintas sektor demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Kalibunder.


( Redaksi )

×
Berita Terbaru Update