Bogor | LiputanJurnalis.com – Dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kian menguat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wates Jaya 01, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.
Sejumlah orang tua siswa mengungkapkan adanya kejanggalan serius, mulai dari tidak meratanya distribusi makanan hingga kualitas menu yang dinilai jauh dari standar nilai gizi dan nominal anggaran yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp10.000 per porsi.
Salah seorang wali murid berinisial R membeberkan, pada awal pelaksanaan di bulan Desember, anaknya tidak menerima MBG selama hampir satu minggu penuh. Ironisnya, di akhir Desember, pembagian kembali terhenti selama tiga hari berturut-turut, sementara sekolah lain di wilayah sekitar tetap menerima MBG tanpa hambatan.
“Ini menimbulkan pertanyaan besar. Kenapa sekolah anak kami tidak menerima, sementara sekolah lain tetap dapat? Ada apa dengan distribusi dari SPPG Wates Jaya 01?” ujar R dengan nada kecewa.
Tak hanya soal distribusi, kualitas menu MBG yang disalurkan pada Januari pun menuai sorotan tajam. Menu yang diterima siswa dilaporkan hanya berupa tahu, dua butir bakso, empat butir anggur, dan sayur sawi. Menu tersebut dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran yang digelontorkan negara.
“Kalau dilihat dan dihitung, nilainya paling sekitar Rp5.000. Ini jauh dari standar. Kandungan gizinya pun patut dipertanyakan,” tegas R.
Kondisi ini memicu kecurigaan di kalangan orang tua bahwa program MBG berpotensi tidak dijalankan sesuai petunjuk teknis dan semangat awal pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.
Sorotan semakin tajam ketika pihak pengelola SPPG Wates Jaya 01 terkesan menutup diri. Kepala SPPG Wates Jaya 01, Ryan, hingga berita ini diterbitkan, belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi yang dilakukan media melalui sambungan telepon berulang kali tidak mendapatkan respons.
Sikap bungkam tersebut justru memperkuat tanda tanya publik dan membuka ruang spekulasi mengenai transparansi serta akuntabilitas pengelolaan anggaran MBG di SPPG Wates Jaya 01.
Masyarakat dan orang tua siswa mendesak instansi terkait, baik di tingkat daerah maupun pusat, untuk segera turun tangan melakukan evaluasi dan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG di SPPG Wates Jaya 01, guna memastikan program prioritas nasional ini tidak disalahgunakan dan benar-benar sampai kepada sasaran.
LiputanJurnalis.com akan terus mengawal persoalan ini dan membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak terkait sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers.
( Redaksi )
